......BAYU BERGUMAM....
2 bulan lebih, pengalaman, perjalanan, petualangan, sibuk, lelah, tawa, ngantuk, gay, panas, dingin, hujan, sedih sebel, kusut, lusuh, rapi, ganteng, bahagia, dan sebagainya terjadi dalam nafas M.I.G.I.
>. Radio tour, jadi pengalaman menarik dalam perjalanan hidup saya ketika mata ini terbuka akan realita kehidupan musik dalam ruang industri.
manusia dengan segala kelebihan yang diberikan oleh Tuhan mampu untuk membuat & berbuat segala macam hal (cipta, rasa & karsa)
>. SISTEM?!?!.. ... yang di buat manusia untuk menjadikan segala sesuatunya menjadi rapi kadang2 malah terasa menyebalkan.
Seni dalam artian seni yang sesungguhnya tidak dapat hidup dalam sistem yang kolot & ga bertanggung jawab. bukan pula berarti seni bisa sembarangan atau awur2an. (apalagi dalam konteks seni pertunjukan, smuanya tetap harus bisa di nikmati meski dengan kacamata yang berbeda).
yang menyebalkan adalah ketika sistem ini di buat oleh oknum yang sebenernya ga punya ability di bidang itu.
>. Dalam setiap bidang ada parameter2 yang disepakati oleh khalayak banyak, meskipun hal tersebut bukan suatu hal yang mutlak, akan tetapi hal tersebut sangat efektif untuk memilah milah dan menaruhnya pada tempatnya masing2.
Differensiasi tersebut dapat dianalogikan sebagai pakaian yang dipajang di toko2, outlet, distro dsb yang menyediakan ber corak2 pakaian. Sang pelayang berkata: "...kalo mo baju yg ini ada di rak no.1, kalo model yg itu ada di rak no.2...." (sangat rapi). "... tapi kalo jaman sekarang ga pake yang model ini kamu keliatan norak deh..."(???? ).
Sadis menurut saya ketika terjadi pemaksaan selera dengan alasan trend. dan ironisnya banyak yang ga sadar kalo dirinya telah dipaksa, dan saya akan tampak bodoh jika saya mengatakan hal diatas pada mereka.
"...siapa bilang?...ini pilihan saya kok, saya ga dipaksa...." (nah kan, malah jadi saya yang salah dan tampak guoblok), so, mending diem aja deh hehehee...
>. dan inilah yang terjadi di dunia musik populer di tanah air. Trus ngapain??... .
ya ga ngapa ngapain... ini kan cuman bergumam, sambil membayangkan betapa menariknya kita jika kita memakai pakaian yang sama, akan tetapi orang lain tetep tahu kalo yang di dalam pakaian itu kita (minimal). atau lebih menyenangkan lagi jika kita bisa bikin pakaian sendiri dan memajangnya di toko2, sukur2 bisa jadi trend baru.. oh....(maksimal) .
sekali lagi, ga ada sistem atau parameter yang mutlak selama itu masih buatan manusia.
Lho... kok nyampe sini???.... tadi kan.....
o ya, radio tour. seru, ketemu banyak orang dengan berbagai karakter dan nasibnya hehehe.... smuanya berbeda kecuali satu hal yang menurut saya masih sama dalam perjalanan kemaren, apa ya...????... ....Mobilnya mas andhi masih sama huahahahahaha. ... (guyon mas), bergumam kok bisa guyon.
oahmmhmmm .... nymnymmm....
host dari tiap radio yang di satroni kemaren memiliki kesamaan dalam perbedaannya. kesamaan yang menimbulkan stagnasi atau kejenuhan yang sangat. (dalam ukuran rata2, berarti kebanyakan atau sebagian besar yang artinya ga semuanya lho..). pertanyaan yang itu2 terus, cara ngomong yang cuepet & cenderung mengontrol keadaan (walaupu kadang ga berhasil untuk M.I.G.I hehehe....). dan yang nyebelin, kadang2 mereka berusaha untuk menyimpulkan sesuatu. ini kan interview atau wawancara bukan diskusi, so biarin publik yang menyimpulkan. udah gitu mereka seakan ga terima kalo jawaban yang diperoleh dari hasil pertanyaan mereka ga sesuai dengan yang telah disiapkan di kepala mereka. menyiapkan jawaban dari pertanyaan yang blon dijawab? plis donk.
kwalitas pertanyaan dan kesadaran akan program yang sedang dipandu sepertinya perlu di forumkan untuk lebih dikaji oleh para dedengkot insan radio tanah air kita.
tugas host dalam interview kmaren seharusnya memfasilitasi agar informasi dari artis dapat di terima oleh publik, so seharusnya artis yang harusnya cerewet dan banyak omong, bukan sebaliknya dan jangan men dikte publik dengan kesimpulan2 yang ga akurat; Bahaya (publik bisa tambah bodho).
pertanyaan akan relatif lebih menarik jika lebih pendek tetapi dapat memancing jawaban yang panjang (sukur2 jika jawabannya adalah hal mendasar dari konsep sang artis). misalnya bgini: "... sejauh apa rokok dan kopi berperan dalam proses kreatif M.I.G.I?". pendek dan terkesan konyol, tapi bayangkan jika jawabannya bgini: ".... selain kami udah kecanduan (mas awan ngga..), kami merasa nyaman dan termotifasi oleh bara rokok yang selalu menyala di dekat kami, dan jika rokok itu padam, ya kita nyalain lagi yang baru hehehehe (itu menandakan bahwa kita akan selalu menyalakan api semangat kita).... .. lalu KOPI, terutama kopi hitam, selama ini sebenarnya yang sering kita nikmati adalah air yang ber aroma kopi, bukan kopi nya. maka dari itu, kami selalu menghabiskan air dipermukaan hingga kami dapat melihat endapan yang berada di dasar gelas dan melihat kopi yang sebenarnya. begitulah proses berkesenian kami, endapan itu adalah hasil dari kerja keras kami. PIYE????? meng ada ada ya? hahahahaha.. .....
tapi begitulah kira2 jika pertanyaannya agak menarik.
Radio mempunyai tugas mulia. pada masa lalu radio memiliki tugas yang bersifat informatif dan edukatif, masa sekarang tuntutan baru tlah muncul, entertaint, menjadi tugas baru radio masa kini.
cukup berat untuk tidak terjebak dalam sistem arus globalisasi dan resesi keuangan global yang belakangan terjadi. sisi edukatif yang seharusnya menjadi tugas mulia pun tergeser dan menjadi korban. tuntutan entertaint sangat menyesakkan dunia edukatif.
>. Dalam dunia film/sinetron kadang2 terjadi pada adegan tertentu ilustrasi musiknya diambil dari potongan motif atau tema dari theme song lagu tersebut, itu sah, tetapi kadang yang terjadi malah ga nyambung dengan adegan tersebut. knapa? coz kemampuan untuk mengerti bagaimana seharusnya fungsi musik itu masih cetek, musik ilustrasi seharusnya (se bagus apapun) ga boleh lebih muncul atau mendominasi dalam adegan tertentu. knapa ini di biarkan? publik akan lebih ingin nonton lagi dan lagi jika mereka selalu mendengar motif2 atau tema dari theme song film tersebut yang kbetulan lagi populer. Ancur.....
>. Dunia radio di tanah air beberapa tahun belakangan ini mengelami pemerosotan dalam hal penerimaan iklan (itu yang saya baca di salah satu majalah seni budaya di jogja). pada masa lalu radio mendominasi perolehan iklan diatas TV dan Koran. tetapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, TV yang paling mendominasi, kedua adalah Koran, padahal peminat koran lebih sedikit jika di banding radio. Nestapa..... ..
mungkin hal ini yang memicu kwalitas radio tanah air mengalami penurunan kwalitas.
seaandainya semua dapat dibenahi ..... oh.....
seandainya para insan radio yang memandu program musik memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang musik lebih dalam.... oh........
tentunya informasi yang disampaikan ke publik akan lebih bersifat edukatif, bukan hanya sekedar gosip belaka.
>. bayangkan jika Seorang host di Radio ngomong tentang proses kreatif M.I.G.I dengan bahasan pertengkaran bayu ardianto vs Mamo di sebuah ruko untuk menentukan voicing chord dan harmoni yang akan di pakai dalam lagu ANDAI.... oh.... andai......
hehehehe kalo ini emang agak berlebihan hehehehe
yah bgitulah kira2, bingung juga kalo ga ada yang bisa dianalisa dari artis (padahal dah nge-top)yang akan di interview. mo ngomong apa lagi? ya wis, nge cipris aja sampe dower (sebisa mungkin percepat Speed nya go..go..go.. ..) hihhihi...
Oahmmmm....hmmmmmm ...........
eh, maaf. saya tadi ngelantur kemana mana ya? sori, ga bermaksud menyinggung siapapun, karena saya emang cuman bergumam tak bermakna. so plis jangan diambil pusing dan diambil hati smua omong kosong diatas.
hanya sekedar bergumam berandai andai akan perubahan. eh, tapi sapa tau gumaman tadi bisa sebagai motifasi pemetaan dunia musik industri di tanah air kita, tentunya untuk semakin memantapkan langkah M.I.G.I ke depan, dan membuka mata lebar2. lihat diluar masih banyak tantangan yang harus dilalui dalam petualangan ini (lihat keluar... jangan ke dalam terus...).
Haram patah Hati........ ........
ini ga serius2 banget lho ya.......... ......
Mohon Maaf Lahir & Batin....... ......... .....
Pareng...... ......... Oaahhhmmmm nymnymnym......
2 bulan lebih, pengalaman, perjalanan, petualangan, sibuk, lelah, tawa, ngantuk, gay, panas, dingin, hujan, sedih sebel, kusut, lusuh, rapi, ganteng, bahagia, dan sebagainya terjadi dalam nafas M.I.G.I.
>. Radio tour, jadi pengalaman menarik dalam perjalanan hidup saya ketika mata ini terbuka akan realita kehidupan musik dalam ruang industri.
manusia dengan segala kelebihan yang diberikan oleh Tuhan mampu untuk membuat & berbuat segala macam hal (cipta, rasa & karsa)
>. SISTEM?!?!.. ... yang di buat manusia untuk menjadikan segala sesuatunya menjadi rapi kadang2 malah terasa menyebalkan.
Seni dalam artian seni yang sesungguhnya tidak dapat hidup dalam sistem yang kolot & ga bertanggung jawab. bukan pula berarti seni bisa sembarangan atau awur2an. (apalagi dalam konteks seni pertunjukan, smuanya tetap harus bisa di nikmati meski dengan kacamata yang berbeda).
yang menyebalkan adalah ketika sistem ini di buat oleh oknum yang sebenernya ga punya ability di bidang itu.
>. Dalam setiap bidang ada parameter2 yang disepakati oleh khalayak banyak, meskipun hal tersebut bukan suatu hal yang mutlak, akan tetapi hal tersebut sangat efektif untuk memilah milah dan menaruhnya pada tempatnya masing2.
Differensiasi tersebut dapat dianalogikan sebagai pakaian yang dipajang di toko2, outlet, distro dsb yang menyediakan ber corak2 pakaian. Sang pelayang berkata: "...kalo mo baju yg ini ada di rak no.1, kalo model yg itu ada di rak no.2...." (sangat rapi). "... tapi kalo jaman sekarang ga pake yang model ini kamu keliatan norak deh..."(???? ).
Sadis menurut saya ketika terjadi pemaksaan selera dengan alasan trend. dan ironisnya banyak yang ga sadar kalo dirinya telah dipaksa, dan saya akan tampak bodoh jika saya mengatakan hal diatas pada mereka.
"...siapa bilang?...ini pilihan saya kok, saya ga dipaksa...." (nah kan, malah jadi saya yang salah dan tampak guoblok), so, mending diem aja deh hehehee...
>. dan inilah yang terjadi di dunia musik populer di tanah air. Trus ngapain??... .
ya ga ngapa ngapain... ini kan cuman bergumam, sambil membayangkan betapa menariknya kita jika kita memakai pakaian yang sama, akan tetapi orang lain tetep tahu kalo yang di dalam pakaian itu kita (minimal). atau lebih menyenangkan lagi jika kita bisa bikin pakaian sendiri dan memajangnya di toko2, sukur2 bisa jadi trend baru.. oh....(maksimal) .
sekali lagi, ga ada sistem atau parameter yang mutlak selama itu masih buatan manusia.
Lho... kok nyampe sini???.... tadi kan.....
o ya, radio tour. seru, ketemu banyak orang dengan berbagai karakter dan nasibnya hehehe.... smuanya berbeda kecuali satu hal yang menurut saya masih sama dalam perjalanan kemaren, apa ya...????... ....Mobilnya mas andhi masih sama huahahahahaha. ... (guyon mas), bergumam kok bisa guyon.
oahmmhmmm .... nymnymmm....
host dari tiap radio yang di satroni kemaren memiliki kesamaan dalam perbedaannya. kesamaan yang menimbulkan stagnasi atau kejenuhan yang sangat. (dalam ukuran rata2, berarti kebanyakan atau sebagian besar yang artinya ga semuanya lho..). pertanyaan yang itu2 terus, cara ngomong yang cuepet & cenderung mengontrol keadaan (walaupu kadang ga berhasil untuk M.I.G.I hehehe....). dan yang nyebelin, kadang2 mereka berusaha untuk menyimpulkan sesuatu. ini kan interview atau wawancara bukan diskusi, so biarin publik yang menyimpulkan. udah gitu mereka seakan ga terima kalo jawaban yang diperoleh dari hasil pertanyaan mereka ga sesuai dengan yang telah disiapkan di kepala mereka. menyiapkan jawaban dari pertanyaan yang blon dijawab? plis donk.
kwalitas pertanyaan dan kesadaran akan program yang sedang dipandu sepertinya perlu di forumkan untuk lebih dikaji oleh para dedengkot insan radio tanah air kita.
tugas host dalam interview kmaren seharusnya memfasilitasi agar informasi dari artis dapat di terima oleh publik, so seharusnya artis yang harusnya cerewet dan banyak omong, bukan sebaliknya dan jangan men dikte publik dengan kesimpulan2 yang ga akurat; Bahaya (publik bisa tambah bodho).
pertanyaan akan relatif lebih menarik jika lebih pendek tetapi dapat memancing jawaban yang panjang (sukur2 jika jawabannya adalah hal mendasar dari konsep sang artis). misalnya bgini: "... sejauh apa rokok dan kopi berperan dalam proses kreatif M.I.G.I?". pendek dan terkesan konyol, tapi bayangkan jika jawabannya bgini: ".... selain kami udah kecanduan (mas awan ngga..), kami merasa nyaman dan termotifasi oleh bara rokok yang selalu menyala di dekat kami, dan jika rokok itu padam, ya kita nyalain lagi yang baru hehehehe (itu menandakan bahwa kita akan selalu menyalakan api semangat kita).... .. lalu KOPI, terutama kopi hitam, selama ini sebenarnya yang sering kita nikmati adalah air yang ber aroma kopi, bukan kopi nya. maka dari itu, kami selalu menghabiskan air dipermukaan hingga kami dapat melihat endapan yang berada di dasar gelas dan melihat kopi yang sebenarnya. begitulah proses berkesenian kami, endapan itu adalah hasil dari kerja keras kami. PIYE????? meng ada ada ya? hahahahaha.. .....
tapi begitulah kira2 jika pertanyaannya agak menarik.
Radio mempunyai tugas mulia. pada masa lalu radio memiliki tugas yang bersifat informatif dan edukatif, masa sekarang tuntutan baru tlah muncul, entertaint, menjadi tugas baru radio masa kini.
cukup berat untuk tidak terjebak dalam sistem arus globalisasi dan resesi keuangan global yang belakangan terjadi. sisi edukatif yang seharusnya menjadi tugas mulia pun tergeser dan menjadi korban. tuntutan entertaint sangat menyesakkan dunia edukatif.
>. Dalam dunia film/sinetron kadang2 terjadi pada adegan tertentu ilustrasi musiknya diambil dari potongan motif atau tema dari theme song lagu tersebut, itu sah, tetapi kadang yang terjadi malah ga nyambung dengan adegan tersebut. knapa? coz kemampuan untuk mengerti bagaimana seharusnya fungsi musik itu masih cetek, musik ilustrasi seharusnya (se bagus apapun) ga boleh lebih muncul atau mendominasi dalam adegan tertentu. knapa ini di biarkan? publik akan lebih ingin nonton lagi dan lagi jika mereka selalu mendengar motif2 atau tema dari theme song film tersebut yang kbetulan lagi populer. Ancur.....
>. Dunia radio di tanah air beberapa tahun belakangan ini mengelami pemerosotan dalam hal penerimaan iklan (itu yang saya baca di salah satu majalah seni budaya di jogja). pada masa lalu radio mendominasi perolehan iklan diatas TV dan Koran. tetapi yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, TV yang paling mendominasi, kedua adalah Koran, padahal peminat koran lebih sedikit jika di banding radio. Nestapa..... ..
mungkin hal ini yang memicu kwalitas radio tanah air mengalami penurunan kwalitas.
seaandainya semua dapat dibenahi ..... oh.....
seandainya para insan radio yang memandu program musik memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang musik lebih dalam.... oh........
tentunya informasi yang disampaikan ke publik akan lebih bersifat edukatif, bukan hanya sekedar gosip belaka.
>. bayangkan jika Seorang host di Radio ngomong tentang proses kreatif M.I.G.I dengan bahasan pertengkaran bayu ardianto vs Mamo di sebuah ruko untuk menentukan voicing chord dan harmoni yang akan di pakai dalam lagu ANDAI.... oh.... andai......
hehehehe kalo ini emang agak berlebihan hehehehe
yah bgitulah kira2, bingung juga kalo ga ada yang bisa dianalisa dari artis (padahal dah nge-top)yang akan di interview. mo ngomong apa lagi? ya wis, nge cipris aja sampe dower (sebisa mungkin percepat Speed nya go..go..go.. ..) hihhihi...
Oahmmmm....hmmmmmm ...........
eh, maaf. saya tadi ngelantur kemana mana ya? sori, ga bermaksud menyinggung siapapun, karena saya emang cuman bergumam tak bermakna. so plis jangan diambil pusing dan diambil hati smua omong kosong diatas.
hanya sekedar bergumam berandai andai akan perubahan. eh, tapi sapa tau gumaman tadi bisa sebagai motifasi pemetaan dunia musik industri di tanah air kita, tentunya untuk semakin memantapkan langkah M.I.G.I ke depan, dan membuka mata lebar2. lihat diluar masih banyak tantangan yang harus dilalui dalam petualangan ini (lihat keluar... jangan ke dalam terus...).
Haram patah Hati........ ........
ini ga serius2 banget lho ya.......... ......
Mohon Maaf Lahir & Batin....... ......... .....
Pareng...... ......... Oaahhhmmmm nymnymnym......
Bayu pras
(yang bergumam karena demam)
0 comments:
Posting Komentar